
Klik here
lihat disini
PENUGASAN PESERTA MIKORIZA 2010
Hari Pertama
a. Cocard dengan ketentuan :
ü Bentuk bulat dengan luas 313,8 cm2
ü Berisikan nama, nim dan foto
ü Background hijau
ü Lambang Mikoriza
ü List dengan warna yang dilukis oleh Agung (red. pelangi, berbeda tapi indah bila bersama)
ü Dikalungkan dengan rantai karet (persatuan,proud to be solid)
b. Buku dengan ketentuan :
ü Sampul batik warna hijau
ü Cap Format (hal 1)
ü Nama, NIM, Kelas, CP, TTL, Motto (hal 2)
ü Gambar hero sesuai karakter diri (hal 3, digambar sendiri)
ü Kliping daun Capsium annum (hal 4)
ü Halaman selanjutnya berisikan tanda tangan yang terdiri dari:
- IT 07 10 orang
- NOMI 07 10 orang
- AGT 2010 semua
- AGT 2009 60 orang
- AGT 2008 30 orang
c. Air minum 600 ml dengan cap Format dan Mikoriza
d. Alat sholat dan obat-obatan pribadi
e. Tanaman Hias @ kelas 2 buah
Hari Kedua
a. Cocard
b. Jas hujan becak
c. Garam dan tembakau
d. Gula merah
e. Slayer
f. Alat sholat
g. Baju ganti
h. Handsaplast
i. Obat pribadi
j. Air minum 1,5 liter @ kelompok 2 buah
k. Telur rebus n pisang
l. Tas ransel
DRESSCODE
Hari pertama
¥ Panitia
- Almamater
- Atasan batik
- Bawahan gelap (non jeans + non ketat)
- Jilbab hitam
¥ Maru 2010
- Almamater wajib
- Atasan kemeja putih
- Bawahan gelap (non jeans + non ketat)
- Cocard
- Jilbab putih
- Sepatu bebas
Hari Kedua
¥ Panitia
- Atasan hitam
- Bawahan bebas, nyaman, sopan
- Jilbab bebas
- Pelindung kondisional
¥ Maru 2010
- Atasan merah
- Bawahan nonjeans, nyaman
- Sepatu kets n kaos kaki
- Jilbab bebas
- SlayerPengenalan Program Studi Agroteknologi dan HMP FORMAT dalam acara Osmaru AGREGASI 2010, Kamis 19 Agustus 2010.. |
| Kode MK | Nama MK | Jml SKS |
| AGT102 | Alat dan Mesin Pertanian | 2 0 |
| AGT204 | Mikrobiologi Pertanian | 2 1 |
| AGT308 | Pemuliaan Tanaman Terapan | 3 1 |
| AGT305A | Pengelolaan Tanah | 3 1 |
| AGT306 | Teknologi Budidaya Tanaman | 2 1 |
| AGT307 | Hubungan Tanaman dan Biota | 2 0 |
| AGT604A | Perancangan Penelitian I | 2 0 |
| Kode MK | Nama MK | Jml SKS |
| MKU501A | Kewirausahaan | 2 1 |
| MKF402 | TBT Hortikultura | 2 1 |
| MKF501 | Pengelolaan Hama Terpadu | 2 1 |
| AGT604B | Perancangan penelitian II | 2 0 |
| AGT502 | Teknologi Hidroponik | 2 1 |
| AGT602A | Bioteknologi Pertanian | 2 1 |
| AGR618B | Teknologi Benih II | 2 1 |
Uang pecahan Rp10.000 desain baru resmi diluncurkan dalam peredarannya hari ini dan siap edar menggantikan pecahan Rp10.000 lama tahun emisi 2005 yang berwarna ungu kemerahan.
Uang pecahan baru ini secara resmi disahkan oleh Wakil Presiden Boediono di Bandung, Jawa Barat, Selasa 20 Juli 2010.
Uang pecahan Rp10.000 baru sengaja dibuat agar pecahan Rp10.000 desain lama ini tidak lagi tertukar dengan uang Rp100.000.
Bank Indonesia menyebutkan perubahan pada uang kertas pecahan Rp10.000 bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi elemen desain atauupgrading yang dilakukan terutama pada warna dominan yang semula berwarna ungu kemerahan menjadi ungu kebiruan.
Meski terdapat pula perubahan pada unsur pengaman lainnya, elemen desain utama seperti bahan uang, gambar utama, dan ukuran uang tetap sama.
Perubahan lainnya dari uang kertas Rp10.000 yang baru ini adalah :
- Penambahan unsur pengaman rainbow printingdalam bidang berbentuk segi lima yang memiliki efek berubah warna (efek pelangi) apabila dilihat dari sudut pandang tertentu, pada sebelah kanan gambar utama.
- Penambahan desain berbentuk lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah dan di tengahnya berwarna putih yang letaknya tersebar pada sebelah kanan gambar utama.
- Perubahan kode tuna netra berupa satu buah lingkaran yang semua tidak kasat mata menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio), terletak pada samping kanan gambar utama.
- Penggantian tinta berubah warna (optical variabel ink) berupa segi delapan yang berubah warna dari hijau menjadi biru, apabila dilihat dari sudut pandang berbeda, menjadi desain logo BI di dalam bingkai berbentuk ornamen daerah Palembang dan tidak berubah warna (cetak offset), terletak pada sebelah kanan bawah uang.
18 Juli 2010

SITUBONDO, KOMPAS.com - Ledakan tabung gas elpiji di mana-mana berubah menjadi teror sesungguhnya bagi warga penerima bantuan tabung bermutu jelek dari pemerintah.
Menurut Abdul Fatah, warga Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki, Situbondo, awalnya ia coba-coba memanfaatkan kotoran sapi yang selama ini banyak terbuang di desanya. Setelah beberapa menguji coba dengan membuat bak penampungan 8 meter persegi sedalam 1 meter, Abdul Fatah akhirnya mampu mengolah gas dari proses penguraian anaerob (tanpa udara atau fermentasi) dari material organik seperti kotoran hewan.
Setelah itu, disiapkan tabung plastik sebagai tempat penyimpanan gas yang kemudian disalurkan melalui pipa paralon ke kompor gas. Sebelum dialirkan, gas disimpan dalam kran-kran pengatur sekaligus sebagai tempat angin untuk menghilangkan bau kotoran sapi.
"Ternyata mengolahnya tidak sulit, apalagi halaman rumah masih cukup untuk membuat bak penampungan kotoran sapi sebagai bahan utamanya," papar Abdul Fatah.
Untuk membuat bak penampungan dan peralatan yang dibutuhkan, Abdul Fatah hanya merogoh kocek Rp 3 juta. Hasilnya, bio gasnya bisa disalurkan untuk tiga rumah sekaligus selama delapan tahun.
Saat ini terobosannya mengubah kotoran sapi menjadi bio gas mulai banyak ditiru. Bahkan, tidak sedikit warga yang mulai memesan untuk dibuatkan.
Selain hemat, menurut Abdul Fatah, penggunaan bio gas itu sangat aman dibanding elpiji yang mudah meledak bila terjadi kebocoran. Bio gas lebih lemah daya responsnya sehingga tidak mudah menimbulkan ledakan. Selain itu, warga juga tidak memerlukan tabung gas lagi.
Maka, di desa itu sekarang banyak warga yang menjual tabung-tabung elpijinya bantuan dari pemerintah. Selamat tinggal teror!


"Bantul mulai mengembangkan sorghum tahun lalu di lahan seluas 15 hektar. Saat itu baru tahap uji coba di demplot. Ada empat jenis yang kami tanam yakni varietas lokal, Kawali, Numbu, dan varietas F7. Dari hasil uji coba ternyata jenis Nambu memiliki produktivitas tertinggi yakni 3,2 ton per hektar, sehingga tahun ini kami putuskan untuk menanam Nambu di lahan seluas 20 hektar," papar Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Edy Suharyanto, Senin (12/7/2010).
Menurutnya, permintaan sorghum saat ini cukup tinggi. Tanaman serealia tersebut mempunyai kualitas nutrisi yang sebanding dengan jagung dan beras. Kandungan protein sorghum sedikit lebih tinggi dari jagung sedangkan kadar lemaknya lebih rendah.
"Biji sorghum selain sebagai bahan pangan alternatif juga merupakan komoditi agroindustri. Sorghum dalam industri digunakan sebagai bahan baku industri kertas, nira, gula, alkohol, etanol, dan monosodium glutamat. Selain itu sorghum juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan . Dengan masa tanam 120 hari, pengembangan sorghum tergolong menjanjikan," katanya.