Informasi Terbaru :

Varietas Inpari 13 Panen 10,8 Ton/ha di Pinrang

Monday, November 28, 2011 | 0 comments


Padi varietas Inpari 13 yang yang diujicobakan oleh BPTP Sulawesi Selatan kerjasama dengan Pemkab Pinrang di hamparan kelompok tani Bunneria 2 Kelurahan Mattiro Deceng, Kecamatan Tiroang Pinrang dengan hasil panen mencapai 10,81 ton/ha. “Musim panen kali ini cukup beruntung selain hasil panen naik tajam juga harga jual GKP laku Rp. 3.450/kg,“ kata Suparman ketua kelompoktani Bunneria 2 kepada Sinta di Tiroang, pekan lalu.

Seusai panen ubinan Bupati Pinrang H. Andi Aslam Patonangi mengatakan, peningkatan penghasilan masyarakat tani adalah yang terpenting karena sektor pertanian merupakan motor utama penggerak perekonomian Pinrang sehinga grand design pembangunan beranjak dari sektor tersebut. Bupati berharap agar Pinrang kembali dijadikan wilayah penangkaran benih, menambah penangkaran yang sudah ada sebelumnya, disertai peningkatan kerjasama dengan BPTP untuk pendampingan teknologi.

Kepala BPTP Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengatakan varietas Inpari 13 menjadi padi yang paling dicari di Indonesia sebab satu-satunya varietas yang tidak terserang hama wereng coklat. Dikatakan Dr. Ir. Nasrullah bahwa penangkaran benih adalah kebijakan yang akan diambil oleh Kementerian Pertanian untuk penyediaan benih yang tepat waktu dan kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan.

Selain itu Kementerian Pertanian sudah punya jaringan perbenihan nasional melalui internet. BPTP akan menginventarisir dan menginput data varietas yang tersedia di suatu daerah sehingga semua propinsi dapat melihat jenis dan stok varietas propinsi lain, selanjutnya dapat memesan melalui BPTP.

Dalam kesempatan itu DR. Ir. Nasrullah, M.Sc mensosialisasikan beberapa program Kementerian Pertanian antara lain peluncuran software kalender tanam berdasarkan estimasi iklim, program kawasan rumah pangan lestari yang telah dicoba pertama kali di Pacitan kampung halaman Bapak Presiden SBY. BPTP Sulawesi Selatan sudah membuat model percontohan sebanyak 5 unit untuk tahun 2012 dan Kab. Pinrang dijanjikan akan menjadi bagian dari program tersebut. Kementerian Pertanian juga sudah membuat grand design kawasan pengembangan hortikultura.

Sumber : sinartani

Continue Reading

Waspada Hama dan Penyakit Padi Di Awal Musim Hujan

| 0 comments

Petani padi perlu hati-hati kemungkinan munculnya penggerek batang, wereng coklat, blas dan hawar daun atau kresek di awal musim hujan pada musim tanam padi 2011/2012. Tiga propinsi di Pulau Jawa dikawal khusus untuk mengamankan produksi padi tahun 2012.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Ir. Sarsito Wahono Gaib Subroto, MM mengatakan tiga propinsi yang dikawal khusus yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Hasil survei lapangan kami, serangan hama penyakit tanaman padi menurun, namun kita tetap waspada, karena di lapangan masih ada kesinambungan tanaman,” katanya kepada Sinar Tani

Saat ini lanjutnya masih banyak tanaman padi di daerah pegunungan. Ketika masuk musim hujan dan petani di daerah bawahnya mulai tanam, dikhawatirkan siklus penyakit tidak terputus. “Maka kita kawal agar tidak terjadi kemungkinan adanya migrasi hama dan penyakit,” tambah Gaib. Prinsipnya adalah kalau ada spot langsung distop.

Selain itu, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan perlu diwaspadi kemungkinan munculnya hama tikus. “Di awal musim tanam ini diperkirakan tingkat serangan hama tikus akan tinggi oleh karena itu petani perlu waspada dan pemerintah mendampingi petani dalam proses pengawasan pertanaman di lapangan ,” terang Winarno. Petani lanjut Winarno Tohir meminta agar bisa dibantu pemerintah mengantisipasi serangan hama dan penyakit ini.

Winarno memprediksi musim tanam akan dimulai pada akhir November 2011 hingga Januari 2012. Menurutnya untuk mengatasi permasalahan hama dan penyakit secara optimal, pemerintah tidak cukup hanya sekedar memberikan pengawalan saja melainkan juga harus memberikan bantuan secara nyata kepada petani misalnya memberikan bantuan obat pengendali hama dan penyakit atau memberikan subsidi untuk pembelian obat-obat pengendali hama dan penyakit tanaman sehingga lebih dapat dijangkau oleh petani. “Jika hal tersebut dilakukan kemungkinan terjadinya puso dapat dicegah,” ujarnya.

Semakin Sulit

Winarno menambahkan faktor alam saat ini semakin sulit diprediksi dan dikhawatirkan akan mengganggu proses produksi di pertanaman. Winarno memprediksi di awal tahun 2012 ini akan terjadi banjir di beberapa daerah sentra tanam, akan tetapi masih dalam ambang batas sehingga tidak mempengaruhi produksi scara nasional.
Sumber : sinartani.com
Continue Reading

Hingga Tahun 2025, Kebutuhan Lahan Untuk Pangan Capai 13,17 Juta Ha

| 0 comments


awal sembunyi
Jakarta – Hingga tahun 2025, kebutuhan lahan untuk pangan di Indonesia diperkirakan mencapai 13,17 Juta Ha dengan rincian, tambahan lahan sawah mineral sebesar 2 Juta Ha, lahan rawa 3, 32 Juta Ha, dan tambahan lahan kering 7,85 Juta Ha. Hal ini dikatakan Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA saat menjadi Keynote Speech pada acara Kongres Kehutanan Indonesia ke V yang berlangsung dari tanggal 22 – 24 November 2011 di Gedung Manggala Wanabakti Senayan, Jakarta.

Dijelaskan Mentan, dari total luas lahan pertanian saat ini seluas 70 juta Ha, yang efektif untuk produksi pertanian hanya 45 juta Ha. ”Luas lahan sawah cenderung menurun sebagai akibat alih fungsi lahan sawah menjadi lahan non pertanian yang mencapai 50 – 70 ribu Ha per tahun. Padahal pencetakan sawah hanya seluas 20 -40 ribu Ha per tahun,” kata Mentan.

Untuk itu, Mentan kembali menegaskan pentingnya Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLPPB) sebagaimana yang diamanatkan oleh UU No. 41 Tahun 2009 agar dapat mengurangi laju konversi lahan. ”Dengan UU ini, saya minta secara khusus kepada para Bupati atau Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia agar tidak mudah memberikan izin alih fungsi lahan pertanian di daerahnya. ”Sekarang sawah dikepung bangunan. Lahan produktif kita banyak yang beralih fungsi, padahal kekurangan pangan adalah masalah besar," kata Mentan

Sumber: Deptan.go.id
awal sembunyi
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Forum Mahasiswa Agroteknologi UNS - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger
Selamat datang Di blog resmi Forum Mahasiswa Agroteknologi (FORMAT) Fakultas Pertanian - Universitas Sebelas Maret