Informasi Terbaru :

Eco Excellence: Sudahkah Anda Memraktikkannya?

Tuesday, October 29, 2013 | 0 comments


“We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit” ~ Aristoteles.
Kalimat di atas bisa diterjemahkan secara bebas sebagai berikut: ” Pribadi Anda tercermin dari kebiasaan Anda. Keahlian Anda akan terasah dari karakter Anda tersebut, bukan dari aksi sesaat.”
Jika Anda ingin menjadi penggiat lingkungan sejati, Anda harus melakukan perubahan secara rutin dan menjadikan perilaku ramah lingkungan tersebut kebiasaan Anda sehari-hari.
Selama ini, fokus gerakan ramah lingkungan lebih pada upaya meningkatkan kesadaran, namun di banyak kasus, praktik ini kurang berhasil. Meningkatkan kemampuan untuk menghubungkan pengetahuan (knowledge) dengan perilaku (action) adalah kunci utama keberhasilan gerakan hijau ini. Bagaimana caranya?
Formula dasarnya adalah dengan mengidentifikasi dan menyadari kebiasaan apa yang sering Anda lakukan dalam kehidupan Anda sehari-hari yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan.
Langkah selanjutnya, bertindaklah dan ciptakan kebiasaan baru. Terdengar mudah bukan? Namun bagaimana Anda bisa melakukannya?
Pertama; kenali kebiasaan Anda. Mana dari kebiasaan Anda tersebut yang memiliki dampak terbesar terhadap lingkungan. Selanjutnya, ciptakan secara konsisten kebiasaan baru. Berikut 4 wilayah yang bisa membantu Anda menjadi penggiat lingkungan sejati.
1. Konsumsi BBM: Ini adalah wilayah utama yang menimbulkan efek personal langsung pada lingkungan. Dengan menghemat konsumsi bahan bakar, Anda bisa mengurangi polusi dan emisi gas rumah kaca yang mengganggu lingkungan dan kesehatan. Anda juga bisa menghemat biaya jika memraktikkannya.
Perilaku ramah lingkungan di lingkup ini mencakup: beralih ke bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, menghemat BBM dan mengurangi pemborosan berkendara dengan cara berbagi tumpangan (ride-sharing). Anda juga bisa bekerja dari rumah dan menggunakan transportasi aktif dan alternatif seperti sepeda atau kendaraan umum untuk menghemat energi dan biaya.
2. Konsumsi Listrik: Jika satu keluarga bahkan satu negara bisa beralih ke energi alternatif, mereka akan bisa menghemat sumber daya setara dengan tidak berkendara ribuan kilometer jauhnya.
Praktik ramah lingkungan ini meliputi: menggunakan energi baru dan terbarukan yang sesuai dengan kondisi geografis dan lingkungan (seperti energi angin, energi surya, air, dsb), menghemat listrik di rumah (dengan menggunakan produk yang tersertifikasi ramah lingkungan seperti energy star), serta penerapan prinsip penghematan energi oleh setiap anggota keluarga.
3. Konsumsi Air: Air yang jernih dan segar semakin jarang ditemui bahkan di negara maju sekalipun. Praktik ramah lingkungan untuk menghemat air meliputi: menerapkan prinsip penghematan air untuk pribadi dan rumah tangga, mendaur ulang air dan mengelola air limbah.
4. Pembuangan Sampah: Sampah kita sebagian besar bisa didaur ulang. Anda bisa mengurangi separuh dari volume sampah mingguan Anda dengan memisahkan plastik, gelas dan kertas untuk didaur ulang sebelum membuangnya ke tempat sampah.
Jangan lupa untuk membuat program daur ulang di lingkungan, bekerja sama dengan pemulung dan pusat daur ulang. Bersama kita bisa membuat perubahan besar di dunia. Ubah kebiasaan Anda dan saksikan perubahan dunia ke arah yang lebih hijau, lestari dan sehat.
Redaksi : Hijauku.com

Continue Reading

Menghijaukan Kota dengan Teknologi

| 0 comments


Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bantu ciptakan kota dan konsumen yang ramah lingkungan.
Saat ini, separuh dari penduduk dunia tinggal di wilayah perkotaan. Permasalahan kota terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Buruknya layanan transportasi, sanitasi, gedung yang tidak layak pakai, hingga masalah keamanan lingkungan tidak asing lagi bagi penduduk kota-kota besar dunia termasuk di Jakarta.
Namun teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bisa membantu pemerintah menciptakan kota yang bersih, aman dan ramah lingkungan. Hal ini terungkap dalam laporan Worldwatch Institute berjudul “State of the World 2012: Moving Toward Sustainable Prosperity” yang diterbitkan baru-baru ini.
Di Singapura misalnya, penduduk bisa menggunakan telepon genggam untuk mencek lalu lintas dan layanan transportasi. Mereka bisa menggunakan program yang menampilkan rute-rute alternatif yang bebas macet. Mereka juga bisa memeroleh informasi mengenai penundaan dan perubahan layanan transportasi publik.
“Pemerintah kota bisa memanfaatkan TIK untuk menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan,” ujar Michael Renner, peneliti senior dari Worldwatch Institute. Kota-kota dunia bisa semakin pintar dengan bantuan infrastruktur digital. Kota bisa menggunakan lampu jalan yang dilengkapi sensor gerak untuk menghemat energi atau kartu pintar untuk membayar kereta atau bus dengan sekali gesek sehingga bisa mengurangi sampah dan memerbaiki layanan publik.
Dalam beberapa kasus, kota-kota dunia bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menciptakan kota yang ramah lingkungan. Kota Rotterdam di Belanda misalnya, bekerja sama dengan General Electric (GE) guna mencapai target pengurangan emisi CO2 hingga 50% dibanding tingkat emisi pada tahun 1990-an.
GE menggunakan berbagai teknologi untuk menghemat energi dan mengurangi pemborosan air. Penggunaan alat-alat TIK ini akan memangkas gas rumah kaca dalam jumlah besar di Rotterdam, yang – walau luasnya hanya sepersepuluhnya – memiliki tingkat emisi CO2 setara dengan Kota New York.
“TIK bisa menjadi alat yang sempurna walau tidak bisa menjawab semua tantangan untuk menghijaukan perkotaan,” ujar Lind, Direktur Eksekutif dan Pemimpin Redaksi “Next American City”, lembaga nirlaba yang berfokus menciptakan kota yang ramah lingkungan.
Kuncinya, menurut Lind, adalah keterbukaan data. Dengan berbagi informasi, para pembuat kebijakan akan semakin mudah menciptakan kota yang ramah lingkungan.
Contoh, Spatial Information Design Lab, lembaga milik Columbia University di New York menggunakan data tingkat kriminalitas dan buruknya fasilitas perumahan, pendidikan dan layanan kesehatan untuk mengidentifikasi lingkungan-lingkungan yang bermasalah di kota-kota besar di AS. Strategi ini berhasil mengurangi angka kejahatan sekaligus menciptakan infratruktur dan fasilitas kota yang sehat dan ramah lingkungan.
Redaksi : Hijauku.com

Continue Reading

Bertani dengan Bantuan Satelit

| 0 comments


Teknik pertanian semakin canggih. Para petani kini bisa menggunakan data satelit untuk meningkatkan hasil panen.
Data-data ini bisa diperoleh secara gratis dari hasil pencitraan satelit Landsat milik lembaga survei geologis dan lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA).
Dengan menggunakan data-data ini, para petani akan mengetahui lokasi-lokasi yang cocok untuk lahan pertanian. Mereka juga bisa mengetahui kondisi dan potensi lahan sebelum mereka mulai menanam.
Hal ini terungkap dari laporan yang dirilis NASA minggu lalu (27/9). Para petani yang ingin membeli lahan baru, misalnya, bisa memanfaatkan data-data ini untuk memeroleh lahan yang tepat.
Sebagai calon pembeli, petani bisa melihat data-data historis dalam tiga, empat bahkan lima tahun terakhir yang diperoleh dari fasilitas penginderaan jarak jauh guna mengetahui apakah ia perlu melakukan pengolahan atau perbaikan lahan sebelum memulai penanaman.
Para petani di Amerika Serikat bisa menemukan data-data ini setiap tahun dari dokumen satelit Landsat yang telah mengoleksi data ini selama 40 tahun terakhir. Data-data ini dikelola oleh lembaga survei geologis Amerika Serikat.
Jika dari data pencitraan satelit, daun tanaman di lahan tersebut berwarna hijau zamrud, berarti lahan tersebut mengandung banyak pupuk nitrogen yang tidak terpakai yang bisa mencemari air dan produk-produk pertanian.
Sementara jika dari data pencitraan satelit, daun tanaman di lahan tersebut berwarna kuning, berarti tanaman menyerap nitrogen lebih banyak dan menyimpan lebih banyak gula. Dengan mengetahui kondisi tanah ini, petani bisa menerapkan teknik pemupukan yang tepat sesuai dengan tanaman yang dibudidayakan.
Redaksi: Hijauku.com

Continue Reading

Untuk Ketersediaan Pangan di Masa Depan, Diperlukan Evaluasi Kekayaan Bank Benih Dunia

Wednesday, October 16, 2013 | 0 comments

Rabu, 16 Oktober 2013 - Meski berbagai benih dapat dengan mudah diakses dalam 1.700 bank gen di seluruh dunia, potensinya tidak dimanfaatkan secara penuh dalam pembudidayaan tanaman.
Continue Reading

Menyelamatkan Pangan Dunia dengan Gen yang Membendung Wabah Patogen Karat Batang Gandum

Tuesday, October 15, 2013 | 0 comments

Selasa, 15 Oktober 2013 - "Gen Sr35 ini berfungsi sebagai komponen utama dari sistem kekebalan tanaman. Gen ini mengenali patogen dan memicu sebuah respon dalam tanaman untuk melawan penyakit."
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Forum Mahasiswa Agroteknologi UNS - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger
Selamat datang Di blog resmi Forum Mahasiswa Agroteknologi (FORMAT) Fakultas Pertanian - Universitas Sebelas Maret