Informasi Terbaru :

Cara Budidaya Buah Naga [ Dragon Fruit ]

Sunday, September 23, 2012 | 0 comments

Cara Budidaya Buah Naga [ Dragon Fruit ]

Buah Naga telah lama dikenal oleh rakyat Tionghoa kuno sebagai buah yang membawa berkah. karena biasanya buah naga diletakkan diantara patung naga di altar. Oleh karena itu orang Vietnam menyebut buah naga atau dalam bahasa Vietnam disebut dengan nama Thang Loy di Thailand diberi nama Keaw Mang Kheon, dalam istilah Inggris diberi nama DRAGON FRUIT clan di Indonesia dikenal dengan nama BUAH NAGA. Sebenarnya tanaman ini bukan tanaman asil daratan Asia, tetapi merupakan tanaman ask Meksiko clan Amerika Selatan bagian utara (Colombia). Pada awainya buah naga ini dibawa ke kawasan Indocina (Vietnam) oleh seorang Perancis sekitar tahun 1870. dari Guyama Amerika Selatan sebagai hiasan sebab sosoknya yang unik dan bunganya yang cantik dan berwarna putih. Baru sekitar tahun 1980 setelah dibawa ke Okinawa Jepang tanaman ini mendunia karena sangat menguntungkan. Pada tahun 1977 buah ini dibawa ke Indonesia clan berhasil disemaikan kemudian dibudidayakan. Buah naga kaya akan vitamin dan mineral dengan kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet.

Beberapa khasiat dari DRAGON FRUIT adalah :
1. Penyeimbang kadar gula
2. Pencegah Kolesterol tinggi
3. Pencegah kanker usus

1. Persyaratan Tumbuh Tanam
Ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20 – 500 m diatas permukaan laut.
Kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 – 7.
Air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan

2. Persiapan Lahan
Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapkan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentuk lingkaran untuk penopang dari cabang tanaman

Sebulan sebelum tanam, terlebih dahulu dibuatkan lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga.
Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanam dengan jarak sekitar 30 cm dari tiang penyangga.
Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah

3. Persiapan bibit dan penanaman
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara :
Stek dan Biji
Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.

4. Pemeliharaan

Pengairan
Pada tahap awal pertumbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan

Pemupukan
Pemupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 – 10 Kg.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersihan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman

Pemangkasan
Batang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.

5. Panen
Setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri – ciri warna kulit merah
mengkilap, jumbai/sisik berubah warna dari hijau menjadi kemerahan. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar

Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram.
Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret.
Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun


Sumber
Continue Reading

Pengmas: Halal Bihalal dan Temu Alumni PENGMAS'11

Friday, September 21, 2012 | 0 comments



Assalamualaikum WR. WB.


PENGMAS: PEDULI, MENGABDI, DAN BERBAGI

Segala sesuat alangkah baiknya diawali dengan mengucapkan basmalah:
Bismillahirrahmannirahim...
Akhirnya proker Pengmas periode 2011 yang terakhir terlaksana juga, sudah lama proker ini direncanakan tapi sangat sulit untuk dilaksanakan karena kesibukan masing-masing kru Pengmas. Proker Pengmas kali ini karena masih bulan Syawal saya beri nama: "Halal Bihalal dan Temu Alumni PENGMAS'11"
Proker ini dikhususkan untuk kalangan Intern Pengmas sendiri, adapun acaranya halal bihalal (karena masih bulan syawal), temu kangen (karena periode 2011/2012 sudah berakhir), dan acara inti adalah Silahrutahmi antar kru PENGMAS!
Lokasi diadakan proker ini adalah dirumah salah satu kru Pengmas. Sungguh beruntung beliau bersedia menjadi tuan rumah untuk acara yang luar biasa penuh berkah ini. Walaupun lokasinya lumayan mblusuk-mblusuk (Terimaksih Muzdalifah)...
Personil PENGMAS yang ikut lumayan lengkap, dari 9 manusia yang tidak bisa ikut ada 3 orang jadi ada 6 manusia dan 1 makhluk yang tiba-tiba hadir ditengah-tengah Kru Pengmas. Tapi itu gak jadi persoalan karena PENGMAS adalah Bidang yang Baik dan Tidak Sombong... 

          Banyak hal yang terjadi pada proker kali ini. Sudah lama PENGMAS tidak kumpul bersama lagi sejak berakhirnya kepengurusan FORMAT'11, jadi bisa dibayangkan betapa serunya pertemuan PENGMAS waktu itu. Setelah sharing-sharing dan ngobrol2 ngalor ngidul si tuan rumah tiba2 masuk kebalakang, dan keluar ditemani oleh karang taruna berseragam merah dengan membawa segala macam hidangan istimewa kampung yang luar biasa. Dengan sedikit basa basi habislah hidangan istimewa kampung tersebut.

       Kemudian dengan habisnya hidangan istimewa kampung maka berakhirlah acara Halal Bihalal dan Temu Alumni PENGMAS'11. Semoga PENGMAS Peridoe selanjutnya yang dipimpin oleh KABID baru yang juga BARU saja JOMBLO bisa menjadi lebih baik lagi dan berkembang terussss. 

Sebelum berakhirnya tulisan ini berikut beberapa moment2 yang tertangkap oleh camera, silahkan dinikmati dan dibayangkan:







Terakir saya ucapkan terimakasih kepada: BM, Warsito, Haber, Jul, Muzdalifah, Ipit, ekayana, dan Anisa; yang telah membantu saya selama satu periode di FORMAT susunya eh khususnya PENGMAS.
TETAP SEMANGAT UNTUK PENGMAS PERIODE 2012 TERUS BERKARYA DAN MAJUKAN PERTANIAN INDONESIA!!!

PENGMAS: PEDULI, MENGABDI, DAN BERBAGI!!!

Wassalam..


                                                                                                                   Ttd


Kabid PENGMAS 2011


Continue Reading

Logo Mikoriza

| 0 comments

Ini adalah Logo Mikoriza yang sudah paten sejak tahun 2008 hingga sekarang !!!


Continue Reading

Coming Soon Mikoriza

Friday, September 14, 2012 | 0 comments

COMING SOON MIKORIZA 2012



Continue Reading

SWOT analysis referred from strategic environment

Saturday, September 8, 2012 | 0 comments

A scan of the internal and external environment is an important part of the strategic planning process. Environmental factors internal to the firm usually can be classified as strengths (S) or weaknesses (W), and those external to the firm can be classified as opportunities (O) or threats (T). Such an analysis of the strategic environment is referred to as a SWOT analysis.

The SWOT analysis provides information that is helpful in matching the firm's resources and capabilities to the competitive environment in which it operates. As such, it is instrumental in strategy formulation and selection.

Strengths

A firm's strengths are its resources and capabilities that can be used as a basis for developing a competitive advantage. Examples of such strengths include:

  • patents
  • strong brand names
  • good reputation among customers
  • cost advantages from proprietary know-how
  • exclusive access to high grade natural resources
  • favorable access to distribution networks

Weaknesses

The absence of certain strengths may be viewed as a weakness. For example, each of the following may be considered weaknesses:

  • lack of patent protection
  • a weak brand name
  • poor reputation among customers
  • high cost structure
  • lack of access to the best natural resources
  • lack of access to key distribution channels

In some cases, a weakness may be the flip side of a strength. Take the case in which a firm has a large amount of manufacturing capacity. While this capacity may be considered a strength that competitors do not share, it also may be a considered a weakness if the large investment in manufacturing capacity prevents the firm from reacting quickly to changes in the strategic environment.

Opportunities

The external environmental analysis may reveal certain new opportunities for profit and growth. Some examples of such opportunities include:

  • an unfulfilled customer need
  • arrival of new technologies
  • loosening of regulations
  • removal of international trade barriers

Threats

Changes in the external environmental also may present threats to the firm. Some examples of such threats include:

  • shifts in consumer tastes away from the firm's products
  • emergence of substitute products
  • new regulations
  • increased trade barriers

The SWOT Matrix

A firm should not necessarily pursue the more lucrative opportunities. Rather, it may have a better chance at developing a competitive advantage by identifying a fit between the firm's strengths and upcoming opportunities. In some cases, the firm can overcome a weakness in order to prepare itself to pursue a compelling opportunity.

To develop strategies that take into account the SWOT profile, a matrix of these factors can be constructed. The SWOT matrix (also known as a TOWS Matrix) is shown below:

SWOT / TOWS Matrix


















Strengths

Weaknesses


Opportunities

S-O strategies

W-O strategies


Threats

S-T strategies

W-T strategies


S-O strategies pursue opportunities that are a good fit to the company's strengths.
W-O strategies overcome weaknesses to pursue opportunities.
S-T strategies identify ways that the firm can use its strengths to reduce its vulnerability to external threats.
W-T strategies establish a defensive plan to prevent the firm's weaknesses from making it highly susceptible to external threats.

Recommended Reading

Bradford, Robert W., Duncan, Peter J., Tarcy, Brian, Simplified Strategic Planning: A No-Nonsense Guide for Busy People Who Want Results Fast!

Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Forum Mahasiswa Agroteknologi UNS - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger
Selamat datang Di blog resmi Forum Mahasiswa Agroteknologi (FORMAT) Fakultas Pertanian - Universitas Sebelas Maret