Informasi Terbaru :

PELANTIKAN PENGURUS FORMAT FP UNS Periode 2013/2014

Wednesday, September 11, 2013 | 0 comments

Jumat, 28 Juni 2013 menjadi hari bersejarah bagi Format FP UNS karena bertepatan dengan pelantikan pengurus baru FORMAT periode 2013/2014. Acara yang diselenggarakan di Ruang 7, gedung A Fakultas Pertanian ini dihadiri oleh Bapak Pembantu Dekan III FP UNS, Kaprodi Agroteknologi, Sekjen FORMATANI, DEMA FP UNS dan juga mengundang rekan-rekan dari delegasi UKKHMJ yang ada di lingkungan Fakultas Pertanian UNS.
Acara dibuka pada pukul 13.10 WIB dengan diawali dengan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Format. Suasana tampak khidmad. Setelah itu, Pembacaan LPJ Formatur Format yang disampaikan oleh saudara Teuku Zulqarnain selaku Ketua Formatur. Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa pengurus Format terpilih periode 2013/2014 berjumlah 49 orang yang dipilih melalui tahap screening atau wawancara. Adapun kepengurusan Format ini terdiri dari 6 bidang, yaitu Sekretaris Bendahara (Sekben), Pembinaan dan Kaderisasi (P&K), Keilmiahan, Humas, Keprofesian dan Pengabdian Masyarakat. Usai pembacaan LPJ Formatur diteruskan dengan Pembacaan SK Ketum Format oleh Ketua DEMA FP UNS, Sdr. Aldian Wiratmika dan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan Ketum . Suasana menjadi hening.
Dalam rangkaian acara Pelantikan Pengurus FORMAT ini FORMAT yang baru saja mengawali eksistensinya selama 3 periode kepengurusan ini akhirnya melantik saudara Teuku Zulqarnain Fattah sebagai Ketua Umum FORMAT periode 2013/2014. Pengambilalihan jabatan pun ditandai dengan estafet bendera Format dari Ketum 2012/2013 (Sdr Visnu Pradika) kepada Ketum 2013/2014 (Sdr Teuku Zulqarnain). 
Pada puncaknya, yaitu pelantikan pengurus sekaligus pengambilan sumpah pengurus yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum terpilih. Tepuk tangan dari tamu undangan pun bergemuruh, pengurus kembali ke tempat duduk menandakan pengurus telah resmi dilantik. Semoga dengan dilantiknya kepengurusan FORMAT yang baru mampu menampung dan menyalurkan aspirasi segenap Mahasiswa Agroteknologi, membawa kepengurusan FORMAT kearah yang lebih baik. Amiiin. Salam Sukses, FORMAT JAYA!!! FORMAT BERKARYA!!!  
Continue Reading

SEMANGAT MENGABDI, FORMAT LAKUKAN MONITORING DAN PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI KECAMATAN MUSUK, BOYOLALI

Tuesday, September 10, 2013 | 0 comments

Kegiatan belajar tidak hanya dilakukan di ruang kelas saja, berstatus sebagai seorang mahasiswa dituntut untuk bisa mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pengabdian masyarakat. Berangkat dari sebuah kepedulian terhadap kelompok tani di desa Jonggol, Kecamatan Musuk, Boyolali inilah memotivasi sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Agroteknologi (FORMAT) untuk memberanikan diri terjun ke masyarakat.
Acara yang dilaksanakan pada hari Jumat, pukul 14.00 WIB itu dilakukan pertemuan serta diskusi dan sharing mahasiswa Agroteknologi dengan pihak petani Ngudi Rahayu 3. Kegiatan monitoring ini diprakarsai oleh YPAM (Yayasan Pengembangan Akhlak Mulia) di bawah naungan AQUA. Kegiatan yang bertempat di rumah ketua RT ini, dihadiri oleh sebanyak 15 perwakilan petani dari masing-masing dusun.
Diskusi dan sharing berjalan santai. Dibuka dengan perkenalan yang dipimpin oleh Koordinator kegiatan, Sigit Juni Prasetyo. kemudian dilanjutkan dengan penyampaian  materi singkat mengenai pentingnya sistem budidaya pertanian organik yang disampaikan oleh Ketum FORMAT, Teuku Zulqarnain. Petani pun tampak antusias dan memperhatikan secara seksama ketika disampaikan melalui sebuah video singkat. Tak hanya itu saja, materi tentang cara pembuatan pupuk serta pestisida alami juga disampaikan dengan cukup komunikatif dengan sedikit candaan oleh Sdr. Aditya dan Danar. Usai penyampaian materi, diteruskan dengan sesi tanya jawab dan sharing-sharing. Diakhir acara, dilakukan makan siang bersama sekaligus foto bersama.
Saat ditanya harapan pasca kegiatan ini selesai, Koordinator Kegiatan dari Mahasiswa, Sigit Juni Prasetyo menjelaskan “Saya berharap akan tetap ada upaya-upaya dari kelompok tani setempat untuk benar-benar bisa GO ORGANIK dalam menunjang visi sebagai desa konservasi tanah dan air serta desa agrowisata”.(red.)

Foto Foto Dokumentasi :











Continue Reading

QUISIONER FORMAT

Tuesday, September 3, 2013 | 1comments

Halo selamat Pagi teman-teman Mahasiswa Agroteknologi,, ini nih mimin ingin tau seberapakah kamu mengenal FORMAT dan apasih harapan teman-teman untuk kemajuan FORMAT kedepannya. 

ISI QUISIONER SESUAI DENGAN HATIMU YAAA!! :D
TERIMA KASIH TEMAN - TEMAN, ASPIRASIMU KAMI TAMPUNG :D
Continue Reading

FORMAT UNS dalam Musyawarah Wilayah 2 Formatani 2013

Saturday, July 20, 2013 | 0 comments


FORMATANI merupakan forum komunikasi seluruh mahasiswa Agroteknologi /Agroekoteknologi yang ada di Universitas seluruh Indonesia. Forum ini dibagi ke dalam empat wilayah yaitu wilayah Pulau Sumatera tergabung dalam wilayah I. Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah tergabung dalam wilayah II. Jawa Timur hingga Kalimantan tergabung dalam wilayah III. Sulawesi hingga Papua termasuk dalam wilayah IV. Agenda rutin dalam FORMATANI salah satunya adalah Muswil (Musyawarah Wilayah) yang diikuti oleh universitas-universitas anggota Formatani di wilayah tersebut.

Musyawarah wilayah tahun ini dilaksanakan di Universitas Padjadjaran, Bandung pada tanggal 29 Juni – 1 Juli 2013. HMP FORMAT Universitas Sebelas Maret sendiri mengirimkan 6 orang delegasi termasuk Sekretaris Jendral Formatani Akas Anggita (2010), serta Ardian (Kaderisasi/2011), Luksmi (Humas/2011), Olga (Keilmiahan/2012), Dany (Keprofesian/2012), dan Angga (Format/2012). Muswil kali ini dikemas dalam serangkaian acara seperti Seminar Nasional, Makrab, Musyawarah Wilayah, Rapat Kerja, Pelatihan Pertanian, dan sebagainya.

Musyawarah yang kali ini diikuti 8 Universitas di Jawa Barat dan Jawa Tengah ini menyetujui LPJ Koordinator wilayah 2 sebelumnya (Reza Ramdhan – Unsoed) dan menetapkan M. Ardian Nur S. dari UNS sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) 2 tahun 2013-2015. Selain memilih korwil baru, musyawarah ini juga menetapkan beberapa agenda kegiatan Formatani baik di tingkat wilayah maupun pusat/nasional  untuk 2 tahun ke depan.



Continue Reading

Legin? Apa itu? pada Tanaman Kedelai

Monday, June 3, 2013 | 0 comments

Tanaman kedelai (Glycine max (L) Merr.) merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak mengandung protein.
          
Keistimewaan tanaman kedelai yang tergolong kacang-kacangan ini (leguminose) jika dibandingkan dengan tanaman bukan kacang-kacangan ialah adanya bintil akar pada akar tanaman tersebut. Bintil akar ini merupakan tempat berlangsungnya assimilasi N2  (zat lemas) oleh bakteri yang hidup bersimbiose dengan tanaman kacang-kacangan di dalam bintil akarnya. Bintil akar merupakan tempat untuk mengelola zat lemas udara (gas N2) menjadi senyawa hitrogen tanaman (protein dsb) Jadi bintil akar dapat disamakan dengan pupuk nitrogen alami. Dengan pupuk nitrogen alami ini tanaman kedelai dan tanaman kacang-kacangan pada umumnya memenuhi kebutuhan nitrogennya. Kurang lebih dua pertiga dari kebutuhan nitrogen tanaman kacang-kacangan dipenuhi dari hasil penambatan N2. Proses pengikatan zat lemas dalam bintil akar ini dikenal sebagai proses fiksasi nitrogen. Akan tetapi hasil fiksasi nitrogen ini dalam memenuhi kebutuhan tanamnnya sangat tergantung pada keefektifan bintil akarnya.
Pembentukan dan Fungsi Bintil Akar
          Bintil akar pada tanaman kacang-kacangan hanya akan terbentuk jika akar tanaman pada tingkat tertentu dari masa perkecambahan biji dapat bertemu dengan bakteri Rhizobium, tepatnya Rhizobium yaponicum. Jika pada waktu biji kedelai yang ditanam berkecambah, dan disekitar akarnya terdapat bakteri R. Yaponicum, maka bakteri ini akan masuk ke dalam akar tanaman melalui bulu-bulu akar, selanjutnya akan terjadi reaksi timbal balik (interaksi) antara bakteri dengan tanamannya yang menghasilkan pembentukan bintil akar. Bintil akar ini dapat dilihat pada waktu tanaman berumur 3-4 minggu. Keefektifan bintil akar dalam proses fiksasi nitrogen tergantung pada varietas atau strain Rhizobiumnya.
          Bintil akar yang efektif adalah bintil akar yang menghasilkan kerjasama (simbiose) yang sangat menguntungkan bagi tanamannya dalam proses fiksasi nitrogen. Ciri-ciri bintil akar yang efektif adalah :
-       Mudah diamati langsung di lapangan, caranya ialah dengan mencabut tanaman kedelai yang akan diamati.
-       Cenderung berkelompok pada leher akar.
-       Ukuranya relatif besar.
-       Jika bintil alar itu dibelah, bagian dalamnya berwarna merah darah, semakin efektif semakin merah sedang bintil akar yang tidak efektif bagian dalamnya berwarna keputih-putihan atau agak kehijauan.
          Dengan bintl akar yang efektif hampir semua kebutuhan nitrogen tanam dapat terpenuhi. Pada penanaman kedelai jenis unggul, tambahan pupuk nitrogen dalam jumlah kecil dianjurkan, tetapi tanpa pemberian pupuk nitrogenpun, produksi yang memadai masih dapat terjamin, asal bintil-bintil akarnya efektif.
         Usaha pemberian bakteri Rhizobium pada biji kacang-kacangan yang akan ditanam, dikenal sebagai inokulasi
Cara Inokulasi Kedelai
A.  Dengan menggunakan legin (legium inokulan) Legin adalah sejenis biakan murni bakteri Rhizobium yaponicum berupa serbuk berwarna hitam, dibungkus dalam kantung-kantung plastik (packing) semantara ini legin dapat diperoleh di Laboratorium Mikrobiologi, Faklutas Pertanian Universitas Gadja Mada, Yogyakarta.
Penggunaan legin
1.     Basahi biji kedelai dengan air sampai cukup basah (jangan berlebihan).
2.    Berikan legin pada biji yang telah dibasahi tersebut, sedikitnya 7,5 gr/kg benih. Usahakan campuran legin ini merata.
3.    Biji yang telah dicampur dengan legin seegera ditanam. Jika terpaksa, janganlah ditundah lebih dari 6 jam. Usahakan agar biji yang dicampur dengan legin tidak kena cahaya matahari langsung, akar biji tetap basah. Bila kering, legin dapat menurunkan efektifitasnya
B.   Inokulasi dengan menggunakan tanah yang pernah ditanami kedelai.
Jika tidak tersedia legin, ada cara lain, yaitu dengan mencampurkan tanah dari lahan yang sudah pernah ditanami kedelai, dengan biji kedelai yang akan ditanam. Perbandingannya 200 gr tanah untuk setiap kilogram biji yang akan ditanam. 

Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Forum Mahasiswa Agroteknologi UNS - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger
Selamat datang Di blog resmi Forum Mahasiswa Agroteknologi (FORMAT) Fakultas Pertanian - Universitas Sebelas Maret